Bagian C — Prosedur dan Perlakuan Akuntansi

Bagian ini ditujukan untuk Staf Akuntansi dan auditor. Ditulis lebih teknis, memuat kebijakan akuntansi ringkas dan contoh jurnal berangka. Setiap sub-bab ditutup kotak "Di SAS" yang menghubungkan perlakuan ke fitur konkret di aplikasi.

C.1 Kebijakan Akuntansi Ringkas

C.2 Pengakuan Pendapatan SPP (PSAK 72)

SPP diterima di muka untuk masa manfaat satu semester, sehingga tidak langsung diakui sebagai pendapatan. Pendapatan diakui bertahap (amortisasi) selama tenor. Contoh: SPP Rp 12.000.000, tenor 6 bulan.

1) Penerbitan tagihan

AkunDebitKredit
(D) 1131 Piutang SPP Siswa12.000.000
(K) 2120 Pendapatan Diterima di Muka — SPP12.000.000
Total12.000.00012.000.000

2) Penerimaan pembayaran

AkunDebitKredit
(D) 1121 Bank12.000.000
(K) 1131 Piutang SPP Siswa12.000.000
Total12.000.00012.000.000

3) Amortisasi bulanan (Rp 12.000.000 ÷ 6 = Rp 2.000.000/bulan)

AkunDebitKredit
(D) 2120 Pendapatan Diterima di Muka — SPP2.000.000
(K) 4100 Pendapatan SPP2.000.000
Total2.000.0002.000.000
Di SAS Jurnal (1) terbentuk otomatis saat Generate tagihan massal (B.4.2); jurnal (2) saat Catat bayar (B.4.3); jurnal (3) saat menjalankan Pengakuan pendapatan bulanan (B.4.5). Semua di modul Piutang SPP.

C.3 CKPN Piutang Siswa (PSAK 71)

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) memperkirakan piutang yang berpotensi tak tertagih, dihitung per bucket umur dengan tarif kebijakan:

Bucket umurTarifContoh saldoCKPN
Belum jatuh tempo0%18.000.0000
1–30 hari5%16.500.000825.000
31–60 hari10%21.000.0002.100.000
61–90 hari25%15.000.0003.750.000
> 90 hari50%49.500.00024.750.000
Total120.000.00031.425.000

Jurnal penyesuaian (menaikkan cadangan ke saldo yang ditargetkan):

AkunDebitKredit
(D) 5800 Beban CKPN31.425.000
(K) 1139 CKPN Piutang SPP (kontra-aset)31.425.000
Total31.425.00031.425.000
Di SAS Buka Piutang SPP → Aging & CKPN (B.4.4). Tarif tiap bucket dapat dikonfigurasi. Tombol Buat draft CKPN menghasilkan jurnal di atas berstatus draft — ditinjau dan diajukan seperti jurnal biasa. Direview setidaknya setiap akhir bulan/triwulan.

C.4 Transaksi Antar-Unit

Dipakai saat satu unit menanggung/meminjamkan dana untuk unit lain. Kedua sisi dicatat dengan akun antar-unit. Contoh: Yayasan menalangi honor guru SD Rp 30.000.000.

Di sisi Yayasan (pemberi)

AkunDebitKredit
(D) 1140 Piutang Antar-Unit30.000.000
(K) 1122 Bank30.000.000
Total30.000.00030.000.000

Di sisi SD (penerima)

AkunDebitKredit
(D) 5300 Honor Guru Luar Biasa30.000.000
(K) 2150 Utang Antar-Unit30.000.000
Total30.000.00030.000.000

Saat konsolidasi, Piutang Antar-Unit (Rp 30.000.000) dan Utang Antar-Unit (Rp 30.000.000) saling menghapus menjadi nol — sehingga tidak membesarkan aset dan liabilitas gabungan secara semu.

Di SAS Gunakan akun bertanda antar-unit (1140 / 2150). Dashboard menampilkan status eliminasi; jika saldo konsolidasi belum nol, telusuri via Buku Besar akun antar-unit untuk menemukan pasangan yang belum klop.

C.5 Sumbangan/Hibah Terikat

Hibah dengan syarat penggunaan dicatat sebagai aset neto dengan pembatasan. Contoh: hibah beasiswa terikat Rp 75.000.000.

Penerimaan hibah terikat

AkunDebitKredit
(D) 1123 Bank75.000.000
(K) 4300 Hibah/Sumbangan Terikat dengan pembatasan75.000.000
Total75.000.00075.000.000

Pelepasan pembatasan (saat syarat terpenuhi, mis. beasiswa disalurkan)

AkunDebitKredit
(D) Aset Neto Dengan Pembatasan — pelepasan75.000.000
(K) Aset Neto Tanpa Pembatasan — pelepasan75.000.000
Total75.000.00075.000.000
Di SAS Penerimaan dapat dicatat via Kas & Bank dengan kategori "Hibah/sumbangan terikat", atau via Jurnal Umum. Pelepasan pembatasan dicatat sebagai jurnal reklasifikasi di Jurnal Umum. Efeknya tampak pada Laporan Perubahan Aset Neto (kolom tanpa/dengan pembatasan).

C.6 Beban Gaji, PPh 21 & BPJS

Pembayaran gaji melibatkan potongan yang menjadi utang kepada pihak ketiga. Contoh: gaji Rp 85.000.000, PPh 21 Rp 1.700.000, BPJS (bagian pegawai) Rp 3.000.000.

AkunDebitKredit
(D) 5100 Beban Gaji & Tunjangan85.000.000
(K) 2130 Utang PPh 211.700.000
(K) 2140 Utang BPJS3.000.000
(K) 1121 Bank (dibayarkan neto)80.300.000
Total85.000.00085.000.000

Utang PPh 21 kemudian disetor ke kas negara (mengurangi utang dan bank). Untuk honorarium bukan pegawai tetap, pemotongan PPh 21 dilakukan melalui modul Pajak.

Di SAS Jurnal gaji penuh dicatat via Jurnal Umum. Pemotongan & penyetoran PPh 21/23 honorarium dikelola di modul Pajak (PPh) — pemotongan, rekap masa, dan setor (menghasilkan jurnal otomatis).

C.7 Penyusutan & Imbalan Pascakerja (PSAK 24)

Penyusutan aset tetap (berkala)

AkunDebitKredit
(D) 5700 Beban Penyusutan18.000.000
(K) 1290 Akumulasi Penyusutan (kontra-aset)18.000.000
Total18.000.00018.000.000

Provisi imbalan pascakerja (PSAK 24)

AkunDebitKredit
(D) 5xxx Beban Imbalan Pascakerja10.000.000
(K) 2210 Provisi Imbalan Pascakerja10.000.000
Total10.000.00010.000.000
Di SAS Keduanya dicatat sebagai jurnal berkala melalui Jurnal Umum (akun 5700/1290 dan 2210 telah tersedia di COA). Belum ada modul aset tetap/penyusutan khusus — lihat Pengembangan selanjutnya.

C.8 Tutup Buku Tahunan

Pada akhir tahun, akun nominal (pendapatan & beban) ditutup ke aset neto sehingga saldo awal tahun berikutnya nol. Secara ringkas, surplus/defisit tiap unit dipindahkan:

AkunDebitKredit
(D) 4xxx Seluruh Pendapatanxxx
(K) 5xxx Seluruh Bebanxxx
(K) 3100/3200 Aset Neto (surplus)selisih
Totalxxxxxx

Pendapatan/beban dengan pembatasan ditutup ke Aset Neto Dengan Pembatasan; sisanya ke Aset Neto Tanpa Pembatasan.

Di SAS Buka Administrasi → Tutup Buku Tahunan (B.8). Sistem membentuk jurnal penutup otomatis per unit, mengunci periode tahun tersebut. Tutup buku dapat dibatalkan (membalik jurnal penutup & membuka periode) oleh peran berwenang bila diperlukan, dan seluruhnya tercatat di jejak audit.
Perubahan aset neto
Gambar C.1 — Laporan Perubahan Aset Neto (tanpa/dengan pembatasan).

C.9 Keringanan & Beasiswa SPP

SPP dapat berbeda antar siswa karena potongan (kebijakan harga) atau beasiswa (parsial/penuh, didanai yayasan/sekolah maupun donor). Prinsipnya: tagih bruto, lalu catat keringanan sebagai transaksi tersendiri lewat modul Piutang — sehingga jumlah potongan/beasiswa terlihat di laporan dan buku besar Piutang tetap cocok dengan rincian tagihan. Contoh SPP bruto Rp 12.000.000.

Potongan / diskon (kebijakan harga) — kontra-pendapatan

AkunDebitKredit
(D) 4150 Potongan / Keringanan SPP2.000.000
(K) 1131 Piutang SPP Siswa2.000.000
Total2.000.0002.000.000

4150 adalah kontra-pendapatan (saldo debit) sehingga mengurangi Pendapatan SPP → pendapatan neto = bruto − potongan.

Beasiswa (didanai yayasan/sekolah) — beban

AkunDebitKredit
(D) 5350 Beban Beasiswa5.000.000
(K) 1131 Piutang SPP Siswa5.000.000
Total5.000.0005.000.000

Pendapatan SPP tetap diakui penuh (bruto) lewat amortisasi; beasiswa tampil sebagai beban terpisah — transparan berapa yayasan menyubsidi. Siswa membayar sisa (parsial) atau nol (penuh). Beasiswa dari donor eksternal memakai jurnal yang sama (Beban Beasiswa), dengan penerimaan hibah & pelepasan pembatasan dicatat terpisah (lihat C.5).

Di SAS Buka Piutang SPP → Daftar tagihan → Keringanan (B.4.4), pilih jenis Potongan atau Beasiswa. Sistem memposting jurnal di atas dan mencatat keringanan sehingga sisa tagihan, aging, CKPN, dan buku besar Piutang tetap konsisten. Untuk SPP beda-beda per siswa, terbitkan tagihan per individu atau generate per prodi/angkatan dengan nominal masing-masing.