Bagian C — Prosedur dan Perlakuan Akuntansi
Bagian ini ditujukan untuk Staf Akuntansi dan auditor. Ditulis lebih
teknis, memuat kebijakan akuntansi ringkas dan contoh jurnal berangka. Setiap sub-bab
ditutup kotak "Di SAS" yang menghubungkan perlakuan ke fitur konkret di aplikasi.
C.1 Kebijakan Akuntansi Ringkas
- Basis akrual. Pendapatan dan beban diakui saat terjadi, bukan saat kas
diterima/dibayar.
- Penyajian ISAK 35. Sebagai entitas nirlaba, laporan terdiri atas Laporan
Posisi Keuangan, Penghasilan Komprehensif, Perubahan Aset Neto, dan Arus Kas.
- Klasifikasi aset neto. Aset neto dipilah menjadi tanpa pembatasan dan
dengan pembatasan dari pemberi sumber daya.
- Satuan & pembulatan. Nilai disimpan sebagai bilangan bulat (sen) untuk
menghindari galat pembulatan, dan disajikan dalam format Rupiah.
C.2 Pengakuan Pendapatan SPP (PSAK 72)
SPP diterima di muka untuk masa manfaat satu semester, sehingga tidak langsung
diakui sebagai pendapatan. Pendapatan diakui bertahap (amortisasi) selama tenor. Contoh:
SPP Rp 12.000.000, tenor 6 bulan.
1) Penerbitan tagihan
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 1131 Piutang SPP Siswa | 12.000.000 | |
| (K) 2120 Pendapatan Diterima di Muka — SPP | | 12.000.000 |
| Total | 12.000.000 | 12.000.000 |
2) Penerimaan pembayaran
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 1121 Bank | 12.000.000 | |
| (K) 1131 Piutang SPP Siswa | | 12.000.000 |
| Total | 12.000.000 | 12.000.000 |
3) Amortisasi bulanan (Rp 12.000.000 ÷ 6 = Rp 2.000.000/bulan)
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 2120 Pendapatan Diterima di Muka — SPP | 2.000.000 | |
| (K) 4100 Pendapatan SPP | | 2.000.000 |
| Total | 2.000.000 | 2.000.000 |
Di SAS Jurnal (1) terbentuk otomatis saat
Generate tagihan massal (B.4.2); jurnal (2) saat Catat bayar (B.4.3); jurnal
(3) saat menjalankan Pengakuan pendapatan bulanan (B.4.5). Semua di modul
Piutang SPP.
C.3 CKPN Piutang Siswa (PSAK 71)
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) memperkirakan piutang yang berpotensi tak
tertagih, dihitung per bucket umur dengan tarif kebijakan:
| Bucket umur | Tarif | Contoh saldo | CKPN |
| Belum jatuh tempo | 0% | 18.000.000 | 0 |
| 1–30 hari | 5% | 16.500.000 | 825.000 |
| 31–60 hari | 10% | 21.000.000 | 2.100.000 |
| 61–90 hari | 25% | 15.000.000 | 3.750.000 |
| > 90 hari | 50% | 49.500.000 | 24.750.000 |
| Total | | 120.000.000 | 31.425.000 |
Jurnal penyesuaian (menaikkan cadangan ke saldo yang ditargetkan):
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 5800 Beban CKPN | 31.425.000 | |
| (K) 1139 CKPN Piutang SPP (kontra-aset) | | 31.425.000 |
| Total | 31.425.000 | 31.425.000 |
Di SAS Buka Piutang SPP → Aging & CKPN
(B.4.4). Tarif tiap bucket dapat dikonfigurasi. Tombol Buat draft CKPN menghasilkan
jurnal di atas berstatus draft — ditinjau dan diajukan seperti jurnal biasa.
Direview setidaknya setiap akhir bulan/triwulan.
C.4 Transaksi Antar-Unit
Dipakai saat satu unit menanggung/meminjamkan dana untuk unit lain. Kedua sisi dicatat
dengan akun antar-unit. Contoh: Yayasan menalangi honor guru SD Rp 30.000.000.
Di sisi Yayasan (pemberi)
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 1140 Piutang Antar-Unit | 30.000.000 | |
| (K) 1122 Bank | | 30.000.000 |
| Total | 30.000.000 | 30.000.000 |
Di sisi SD (penerima)
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 5300 Honor Guru Luar Biasa | 30.000.000 | |
| (K) 2150 Utang Antar-Unit | | 30.000.000 |
| Total | 30.000.000 | 30.000.000 |
Saat konsolidasi, Piutang Antar-Unit (Rp 30.000.000) dan Utang Antar-Unit
(Rp 30.000.000) saling menghapus menjadi nol — sehingga tidak membesarkan aset dan
liabilitas gabungan secara semu.
Di SAS Gunakan akun bertanda antar-unit
(1140 / 2150). Dashboard menampilkan status eliminasi; jika saldo konsolidasi belum
nol, telusuri via Buku Besar akun antar-unit untuk menemukan pasangan yang belum
klop.
C.5 Sumbangan/Hibah Terikat
Hibah dengan syarat penggunaan dicatat sebagai aset neto dengan pembatasan.
Contoh: hibah beasiswa terikat Rp 75.000.000.
Penerimaan hibah terikat
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 1123 Bank | 75.000.000 | |
| (K) 4300 Hibah/Sumbangan Terikat dengan pembatasan | | 75.000.000 |
| Total | 75.000.000 | 75.000.000 |
Pelepasan pembatasan (saat syarat terpenuhi, mis. beasiswa disalurkan)
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) Aset Neto Dengan Pembatasan — pelepasan | 75.000.000 | |
| (K) Aset Neto Tanpa Pembatasan — pelepasan | | 75.000.000 |
| Total | 75.000.000 | 75.000.000 |
Di SAS Penerimaan dapat dicatat via Kas &
Bank dengan kategori "Hibah/sumbangan terikat", atau via Jurnal Umum. Pelepasan
pembatasan dicatat sebagai jurnal reklasifikasi di Jurnal Umum. Efeknya tampak pada
Laporan Perubahan Aset Neto (kolom tanpa/dengan pembatasan).
C.6 Beban Gaji, PPh 21 & BPJS
Pembayaran gaji melibatkan potongan yang menjadi utang kepada pihak ketiga. Contoh:
gaji Rp 85.000.000, PPh 21 Rp 1.700.000, BPJS (bagian pegawai) Rp 3.000.000.
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 5100 Beban Gaji & Tunjangan | 85.000.000 | |
| (K) 2130 Utang PPh 21 | | 1.700.000 |
| (K) 2140 Utang BPJS | | 3.000.000 |
| (K) 1121 Bank (dibayarkan neto) | | 80.300.000 |
| Total | 85.000.000 | 85.000.000 |
Utang PPh 21 kemudian disetor ke kas negara (mengurangi utang dan bank). Untuk
honorarium bukan pegawai tetap, pemotongan PPh 21 dilakukan melalui modul Pajak.
Di SAS Jurnal gaji penuh dicatat via
Jurnal Umum. Pemotongan & penyetoran PPh 21/23 honorarium dikelola di modul
Pajak (PPh) — pemotongan, rekap masa, dan setor (menghasilkan jurnal otomatis).
C.7 Penyusutan & Imbalan Pascakerja (PSAK 24)
Penyusutan aset tetap (berkala)
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 5700 Beban Penyusutan | 18.000.000 | |
| (K) 1290 Akumulasi Penyusutan (kontra-aset) | | 18.000.000 |
| Total | 18.000.000 | 18.000.000 |
Provisi imbalan pascakerja (PSAK 24)
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 5xxx Beban Imbalan Pascakerja | 10.000.000 | |
| (K) 2210 Provisi Imbalan Pascakerja | | 10.000.000 |
| Total | 10.000.000 | 10.000.000 |
Di SAS Keduanya dicatat sebagai jurnal
berkala melalui Jurnal Umum (akun 5700/1290 dan 2210 telah tersedia di COA).
Belum ada modul aset tetap/penyusutan khusus — lihat Pengembangan selanjutnya.
C.8 Tutup Buku Tahunan
Pada akhir tahun, akun nominal (pendapatan & beban) ditutup ke aset neto
sehingga saldo awal tahun berikutnya nol. Secara ringkas, surplus/defisit tiap unit
dipindahkan:
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 4xxx Seluruh Pendapatan | xxx | |
| (K) 5xxx Seluruh Beban | | xxx |
| (K) 3100/3200 Aset Neto (surplus) | | selisih |
| Total | xxx | xxx |
Pendapatan/beban dengan pembatasan ditutup ke Aset Neto Dengan Pembatasan;
sisanya ke Aset Neto Tanpa Pembatasan.
Di SAS Buka Administrasi → Tutup Buku Tahunan
(B.8). Sistem membentuk jurnal penutup otomatis per unit, mengunci periode tahun
tersebut. Tutup buku dapat dibatalkan (membalik jurnal penutup & membuka periode)
oleh peran berwenang bila diperlukan, dan seluruhnya tercatat di jejak audit.
C.9 Keringanan & Beasiswa SPP
SPP dapat berbeda antar siswa karena potongan (kebijakan harga) atau beasiswa
(parsial/penuh, didanai yayasan/sekolah maupun donor). Prinsipnya: tagih bruto, lalu
catat keringanan sebagai transaksi tersendiri lewat modul Piutang — sehingga jumlah
potongan/beasiswa terlihat di laporan dan buku besar Piutang tetap cocok dengan
rincian tagihan. Contoh SPP bruto Rp 12.000.000.
Potongan / diskon (kebijakan harga) — kontra-pendapatan
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 4150 Potongan / Keringanan SPP | 2.000.000 | |
| (K) 1131 Piutang SPP Siswa | | 2.000.000 |
| Total | 2.000.000 | 2.000.000 |
4150 adalah kontra-pendapatan (saldo debit) sehingga mengurangi Pendapatan SPP →
pendapatan neto = bruto − potongan.
Beasiswa (didanai yayasan/sekolah) — beban
| Akun | Debit | Kredit |
| (D) 5350 Beban Beasiswa | 5.000.000 | |
| (K) 1131 Piutang SPP Siswa | | 5.000.000 |
| Total | 5.000.000 | 5.000.000 |
Pendapatan SPP tetap diakui penuh (bruto) lewat amortisasi; beasiswa tampil
sebagai beban terpisah — transparan berapa yayasan menyubsidi. Siswa membayar
sisa (parsial) atau nol (penuh). Beasiswa dari donor eksternal memakai jurnal yang
sama (Beban Beasiswa), dengan penerimaan hibah & pelepasan pembatasan dicatat terpisah
(lihat C.5).
Di SAS Buka Piutang SPP → Daftar tagihan →
Keringanan (B.4.4), pilih jenis Potongan atau Beasiswa. Sistem memposting
jurnal di atas dan mencatat keringanan sehingga sisa tagihan, aging, CKPN, dan buku besar
Piutang tetap konsisten. Untuk SPP beda-beda per siswa, terbitkan tagihan per
individu atau generate per prodi/angkatan dengan nominal masing-masing.